Senin, 01 Februari 2010

Lagu Dipakai Tanpa Izin, Gigi Kebakaran Jenggot

The following paragraphs summarize the work of news experts who are completely familiar with all the aspects of news. Heed their advice to avoid any news surprises.
Jika sebuah lagu dipakai sebagai OST film, tentu hal itu menjadi sebuah kebanggaan bagi pelantunnya. Namun jika pemakaiannya tanpa izin dari manajemen dan pihak label, lain lagi ceritanya.

Dan hal itu dialami oleh band papan atas tanah air Gigi. Lagu mereka yang berjudul Ya Ya Ya digunakan sebagai salah satu OST film TOILET 105 produksi Multivision tanpa meminta izin pihak manajemen ataupun label Gigi.

"Sebetulnya dalam satu tahun ada tiga pihak yang mempunyai kewenangan mengenai pemakaian lagu yaitu Universal, pihak distribusi, pos manajemen dari pihak manajemen Gigi, dan pos record untuk bagian recording-nya," tutur Dhani, perwakilan dari manajemen Gigi, saat ditemui di basecamp Gigi di Jl Tebet Barat Raya, Senin (01/02) siang tadi.

If you find yourself confused by what you've read to this point, don't despair. Everything should be crystal clear by the time you finish.

Dhani pun menuturkan jika Gigi sendiri tidak bisa berbicara langsung mengenai hal ini karena sudah ditunjuk kuasa hukum yang lebih berwenang untuk menjelaskan.

"Dari minggu kemarin sudah tunjuk pengacara. Kebetulan udah melihat di film, karya Gigi yang dipakai di sini pertama betul-betul itu tanpa izin manajemen dan label. Apa yang diurus sudah diberikan kuasa penuh ke Mada R Mardanus selaku kuasa hukum Gigi," lanjutnya.

Kasus ini sendiri bermula saat ada fans yang menghujat melalui akun Facebook Gigi. Penggemar yang menghujat itu menilai film TOILET 105 merusak image Gigi. Apalagi, akhirnya ada klien yang jadi ragu untuk menjadikan lagu Ya Ya Ya tersebut jadi soundtrack sebuah iklan.

"Buat OST, kita harus lihat tampilan. Kalau film seperti itu kita tolak atau mikir dua kali. Sesuai dengan aturan, ada kesalahan ya ditindak yang semestinya. Kita menyesalkan, saya dituduh mengizinkan, tapi untung ada bukti di infotainment jadi nggak kebukti," kata Dhani lagi.

"Fans yang menyesal, kredibilitas dari manajemen juga diragukan. Lagu ini sedang proses dibuatkan iklan, karena kasus ini klien jadi sempat ragu dan sampai sekarang belum tahu kelanjutannya. Kita sudah presentasi jadi malu aja. Kita akan selesaikan sesuatu aturan," pungkasnya. (kpl/gum/npy)

You can't predict when knowing something extra about news will come in handy. If you learned anything new about news in this article, you should file the article where you can find it again.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar