Rabu, 24 Februari 2010

Keukeuh Cerai, Fanny Bauty Yakin Didukung Lutfiah Sungkar

The following article covers a topic that has recently moved to center stage--at least it seems that way. If you've been thinking you need to know more about it, here's your opportunity.
Sidang kasus perceraian antara Mark Sungkar dan Fanny Bauty memang terasa begitu panjang dan lama. Apalagi, kedua belah pihak masih terus berpegang pada keinginannya masing-masing. Bahkan, sidang lanjutan mereka yang rencananya digelar pada Rabu (24/02) siang ini juga harus ditunda.

"Ya terima aja lah tanggal 10 Maret," ucap Fanny pasrah ketika ditemui selepas persidangan di PA Jakbar. "Saya terlambat sedikit karena ada acara sebentar tadi dan saya pikir ini saksi dari beliau jadi nggak terburu-buru."

Dengan lamanya proses perceraian ini, Fanny mengaku cukup lelah. Apalagi, dia harus bolak-balik ke Pengadilan.

Most of this information comes straight from the news pros. Careful reading to the end virtually guarantees that you'll know what they know.

"Ya capek lah bolak-balik. Tapi masalahnya bukan dari kita berdua tapi dari Hakim yang harus keluar kota," kata Fanny.

"Ya mestinya harusnya perceraian nggak harus ditunda-tunda gini, paling cuma 2-3 kali udah kelar," tambah Endah, kuasa hukum Fanny.

Disinggung masalah rencana pihak Mark untuk mendatangkan Lutfiah Sungkar sebagai saksi, Fanny rupanya menyambut dengan tangan terbuka.

"Dulu kita sempat komunikasi untuk konsultasi dengan Bu Lutfiah. Cuma Bu Lutfiah bilang kalau nggak cocok ya sudahlah cerai saja, mendingan cerai daripada dipaksakan. Ya kalau orang-orang yang sudah tahu pasti (mendukung) ya. Kayak Bu Lutfiah kan sudah tahu. Malah dia sayang sama aku dan ingin kita sebagai adik kakak. Dia malah ingin menjembatani silaturahmi antara Papa-nya dengan anak-anak," terang Fanny panjang lebar. (kpl/gum/npy)

Now might be a good time to write down the main points covered above. The act of putting it down on paper will help you remember what's important about news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar