Kamis, 15 April 2010

Julia Perez: Kekerasan Hanya Bentuk Dari Kefrustasian

Do you ever feel like you know just enough about news to be dangerous? Let's see if we can fill in some of the gaps with the latest info from news experts.
Tanjung Priok kembali berdarah. Bentrokan antara Satpol PP dengan warga terkait penertiban makam keramat Mbah Priok memakan korban. Dua nyawa dilaporkan melayang dan puluhan lainnya menderita luka berat maupun ringan. Beberapa kendaraan Satpol PP ludes dibakar massa.

Tindakan brutal Satpol PP dibalas amarah warga Priok. Hujatan dan kutukan menampar wajah satuan pamong praja. Bahkan banyak bermunculan pendapat untuk membubarkannya korps ini. Mereka dituding sebagai sarang preman berseragam.

Julia Perez alias Jupe salah artis yang dicalonkan sebagai Bupati Pacitan pun menyayangkan tindakan satpol yang bertindak brutal. Jupe beranggapan seharusnya kejadian seperti itu tidak perlu terjadi kalau ada komunikasi yang baik di antara kedua belah pihak.

Bagi Jupe, apapun bentuknya persengketaan, kekerasan bukan jalan untuk menyelesaikan suatu perkara, karena akibatnya seperti yang terjadi di Tanjung Priok.

The information about news presented here will do one of two things: either it will reinforce what you know about news or it will teach you something new. Both are good outcomes.

"Pastinya kita menyadari bahwa pemerintah daerah juga punya kebijakan yang harus dilaksanakan dengan tegas, tetapi bukan dengan kekerasan, kekerasan bukan bentuk dari ketegasan. Kekerasan hanya bentuk dari kefrustasian, ketidakmampuan untuk berpikir jernih dalam menyelesaikan masalah," papar Jupe bijak.

"Sementara Satpol PP hanya pelaksana ketertiban Pemda di lapangan yang harus benar-benar mengerti dan paham instruksi pimpinan, tidak hanya main gebuk saja. Kembali lagi ini diperlukan kebijakan pimpinan yang tepat jangan sampai rakyat dijadikan bulan-bulanan," lanjutnya.

Pendekatan persuasif yang perlu dilakukan, menurut Jupe, perlu diselesaikan dengan jalan musyawarah untuk mufakat. Hal itu telah menjadi budaya di dalam kehidupan berdemokrasi.

"Karena bangsa kita bukan bangsa yang suka dengan kekerasan. Dengan berdialog, bermusyawarah, saya rasa akan menjadi pendekatan yang sangat beradab," tandasnya.

Lalu, bagaimana pembenahan yang perlu dilakukan dalam tubuh Satpol PP? Apakah diperlukan pendidikan khusus bagi para anggotanya?

"Sebenarnya soal pendidikan bukan hanya diberikan untuk Satpol PP saja, semua lapisan dan jajaran Pemerintah sangat perlu untuk diberikan pendidikan, terutama wawasan nusantara, nilai-nilai Pancasila, dan kita harus mulai menanamkan lagi nilai-nilai norma-norma etika kita bergaul. Sebagai warga negara sejak dini yang saya lihat sudah sangat mundur, saling menghargai dan menghormati perbedaan sangatlah penting. Kalau sedikit kutip judul lagu Lucky Laki, kita berbeda bukan tidak bersahabat," pungkasnya. (kpl/wwn/bun)

Now might be a good time to write down the main points covered above. The act of putting it down on paper will help you remember what's important about news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar