Minggu, 04 April 2010

Dude Harlino: Setiap Artis Punya Hak Yang Sama Jadi Politisi

Imagine the next time you join a discussion about news. When you start sharing the fascinating news facts below, your friends will be absolutely amazed.
Pemain sinetron langganan piala Panasonic Award, Dude Harlino punya pendapat tersendiri terkait fenomena artis yang terjun ke dunia politik. Lelaki berparas kalem ini tidak terlalu memusingkan pro-kontra yang menyertai fenomena tersebut. Ditemui di resepsi pernikahan Ardie dan Nia di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (2/4), Dude sedikit mengomentari tentang hal ini.

"Ya sah-sah saja, kalau teman-teman artis bisa memajukan diri untuk jadi kepala daerah, semua kan punya hak yang sama, tapi harus benar-benar dilihat kapasitas dan kemampuan yang dimiliki, karena tanggung jawab yang besar untuk mengurusi suatu daerah," ungkap Dude.

If you find yourself confused by what you've read to this point, don't despair. Everything should be crystal clear by the time you finish.

Ditanya tentang Julia Perez yang mencalonkan diri menjadi calon wakil bupati, Dude tak mau berkata banyak. "Yang berhak mengomentari adalah masyarakat yang akan dipimpinnya, pasti masyaralat cukup dewasa untuk melihat dan menyikapinya, tapi kembalikan lagi semua punya hak, dia (Jupe) punya hak untuk mengajukan diri, untuk memimpin suatu daerah," paparnya.

Dude menambahkan setiap artis yang terjun ke dunia politik sudah seharusnya memiliki pengetahuan akan seni memimpin serta pengetahuan tentang daerah yang akan dipimpinnya nanti. "Kemudian dia harus tahu juga, masyarakat di kota itu pekerjaannya apa, apa yang dibutuhkan, anggaran yang dibutuhkan, terobosan visi dan misi nya apa. Tidak mudah mengurusi ribuan atau jutaan penduduk yang dipimpinnya," lanjutnya.

Ia juga mengaku pernah ditawari untuk menjadi pasangan calon politisi, namun, ia memilih untuk tetap bekerja di bidang entertainment. "Saya belum siap meninggalkannya. Saya harus banyak belajar dulu, karena dunia politik tidak mudah," pungkasnya. (kpl/hen/dka)

Is there really any information about news that is nonessential? We all see things from different angles, so something relatively insignificant to one may be crucial to another.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar