Sabtu, 15 Mei 2010

Pihak Keluarga Arumi Kecewa Pada Komnas PA

This interesting article addresses some of the key issues regarding news. A careful reading of this material could make a big difference in how you think about news.
Ibunda Arumi Bachsin, Maria Lilian Pesch melalui pengacara Minola Sebayang SH, mengaku mendapat telepon bahwa putrinya sedang berada di Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) pimpinan Seto Mulyadi. Namun pihaknya mengangap bahwa seharusnya pemberitahuan itu diberikan secara resmi, untuk memenuhi aspek hukum.

"Memang ada beberapa telepon yang mengaku dari Komnas Anak, kata keluarga mengabarkan begitu tetapi kami perlu kaji. Sebab benar Komnas Anak melindungi anak, tapi tak lantas mengabaikan hal-hal lain sehingga tidak memberikan informasi," terang Minola Sebayang di Olive Kafe, Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/5) malam usai bertemu ibunda Arumi Bachsin.

Most of this information comes straight from the news pros. Careful reading to the end virtually guarantees that you'll know what they know.

Menindaklanjuti informasi tersebut, keluarga akan berkomunikasi dengan Komnas Anak untuk mencari tahu persoalan yang sebenarnya. Namun Komnas Anak sendiri hingga kini mengaku belum siap menerima keluarga, dan menjanjikan waktu lain.

"Sebab sebagai kuasa hukum keluarga, saya ingin tahu sehingga menjadi jembatan antara orang tua dan anak. Tapi Komnas Anak jawab semua tak ada di tempat dan belum siap terima kami, jadi mungkin mereka rencana besok (Sabtu, 15/5). Tempat dan waktu mereka yang cari. Maunya kita hari ini agar tidak simpang siur, jelasnya.

Pihak keluarga sangat menyayangkan sikap tindakan Komnas Anak, yang justru mempublikasikan kasus yang seharusnya tidak menjadi konsumsi publik. Permintaan polisi pada Komnas Anak untuk menegahi kasus ini justru dijadikan bahan publikasi yang cenderung merugikan dirinya.

"Sangat disayangkan. Sebab surat-surat yang tunjukan Arumi di polisi sifatnya rahasia namun kenapa bisa sampai tersebar? Padahal ini kan masalah intern keluarga. Sebab tulisan di kertas itu masih perlu dikaji kebenarannya, apakah ada suatu pelanggaran atau tidak. Namun malah jadi konsumsi public dan keluarga sangat tersinggung," tegasnya. (kpl/dis/dar)

That's the latest from the news authorities. Once you're familiar with these ideas, you'll be ready to move to the next level.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar